Wanita Kuat

Hai. Namaku Sarah. Biar kuceritakan sedikit kisahku. Bukan untuk memetik simpati atau dikasihani, apalagi sekadar mengadu nasib. Hanya ingin berbagi satu batu sandungan dalam hidupku. Salah satu episode yang menjadikanku sekuat saat ini.

Hari itu, satu momen di tahun 2000, usiaku sekitar 5 tahun, kata Bibi. Entah bagaimana, kenangan, hirup pikuk dan perasaan yang kurasakan di hari itu masih tergambar jelas dalam ingatan. Setiap kali teringat pada momen itu, rasanya seperti aku terseret kembali ke hari dan tempat yang sama. Jogja, rumah lamaku.

Aku terbangun karna suara berisik di luar kamar. Sayup-sayup kudengar suara tangisan beberapa orang. Aku mengenali sala satunya. Bi Lina. Setengah mengantuk dan bingung, aku berjalan turun dari ranjang menuju ke pintu. Saat kubuka, aku tidak bisa melihat apapun kecuali tubuh-tubuh orang dewasa yang berdiri membelakangiku. Mereka berkerumun memperhatikan sesuatu di depan. Beberapa orang hilir mudik. Satu membawa baskom kecil berwarna abu-abu. Lalu berjalan di balakangnua, seorang wanita paruh baya dengan gunting dan beberapa helai daun di tangan. Aku melangkahkan kakiku perlahan keluar dari kamar. Tidak ingin mengganggu orang dewasa dengan aktifitasnya. Lalu, ikut berkerumun. Ikut mengamati dan berpikir, apa yang membuat mereka sedemikian sibuk sepagi ini? Lalu, dari antara celah-celah kaki para orang dewasa, aku melihat sebuah kasur. Di atasnya terjuntai rambut panjang tebal nan indah yang terlalu akrab untuk kulupakan. Rambut favoritku! Rambut ibu! Ibu tertidur lelap. Di sebelahnya, Ayah tertunduk lesu. Tangannya menggenggam tangan ibu erat. Apa yang terjadi? Saat masih bingung dengan pemandangan di depan, aku beradu pandang dengan bi Lina. Bi Lina memelukku. Membawaku pergi meninggalkan kerumunan, membawaku ke rumah nenek. Lalu, yang kuingat, aku bermain dengan bi Lina dan teman-temanku. Yang aku tahu, sejak sa
at itu, aku tidak pernah bisa menyentuh rambut favoritku, tidak pernah lagi ada yang menjawab saat aku menangis dan berteriak "Ibu". 

Bersambung ~

Postingan populer dari blog ini

Kajian Qadha dan Pentingnya Ilmu